Beranda Daerah Porprov Jabar XV: Takluk dari Kota Bandung, Pelatih Tim Futsal Putri Kota...

Porprov Jabar XV: Takluk dari Kota Bandung, Pelatih Tim Futsal Putri Kota Bekasi Fokus Evaluasi dan Mental Bertanding

13
0
BERBAGI
Pertandingan Futsal Putri Porprov XV Jabar 2026, berlangsung di GOR Stadion Bang Iyan, Kota Bekasi, Sabtu (31/10/2026).(Foto Infomedia Nasional)

PeINFOMEDIA NASIONAL, KOTA BEKASI – Tim Futsal Putri Kota Bekasi harus menelan pil pahit saat melakoni laga lanjutan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov Jabar) XV. Bertanding di Stadion Bang Iyan, Kota Bekasi, Sabtu (31/10/2026), tim tuan rumah terpaksa mengakui keunggulan lawan setelah takluk dengan skor telak 0-9 dari tim tangguh Kota Bandung.

Dalam gelaran Porprov Jabar XV ini, Kota Bekasi memboyong 18 atlet putri untuk bersaing di cabang olahraga futsal.

Meski meraih hasil minor di laga tersebut, pelatih futsal putri Kota Bekasi, Agus Suarso, menegaskan bahwa kekalahan ini bukanlah akhir dari segalanya. Ia meminta anak-asuhnya segera bangkit untuk menghadapi laga pemungkas di babak penyisihan.

Pelatih Official Tim Futsal Putri, Agus Suarso.

“Mungkin hasil memang belum berpihak pada kita. Tapi itu bukan tolak ukur akhir. Masih ada satu pertandingan lagi di hari Senin melawan tim dari Kota Cimahi. Kita akan bertanding dengan jauh lebih semangat,” ujar Agus usai pertandingan.

Bagi Agus, kekalahan merupakan bagian dari proses panjang pembentukan prestasi olahraga. Hal terpenting saat ini adalah menjaga spirit, antusiasme, serta memberikan dukungan penuh kepada para atlet muda tersebut.

Sebagai pelatih, ia berkomitmen untuk terus membakar semangat bertanding anak-asuhnya agar dapat segera melupakan hasil buruk kontra Kota Bandung dan menatap laga berikutnya dengan optimistis.

Faktor Usia, Jam Terbang, dan Evaluasi Fundamental

Mengulas jalannya laga, Agus tak menampik adanya perbedaan kualitas dan pengalaman yang cukup jauh antara kedua tim. Skuad Kota Bekasi didominasi pemain muda berusia rata-rata 16 tahun yang murni merupakan talenta lokal daerah dan belum memiliki pengalaman berlaga di level liga profesional.

Di sisi lain, tim Kota Bandung diperkuat oleh jajaran pemain senior yang sebagian di antaranya merupakan penggawa Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia.

“Dari segi lawan, anak-anak jelas kalah pengalaman. Pemain Kota Bandung bertabur senior dari Timnas, sementara skuad kita murni pemain muda usia 16 tahun dan pemain seniornya pun bukan pemain liga,” jelasnya.

Faktor usia muda tersebut dinilai memengaruhi ketahanan mental serta komunikasi antar-pemain di dalam lapangan. Agus mengakui hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi tim pelatih.

“Di usia 16 tahun, ketahanan mental bertanding dan komunikasi di lapangan memang masih perlu dibentuk. Ini belum pernah mereka dapatkan sebelumnya, baik dari segi kedalaman materi maupun kelas lawan yang dihadapi. Tapi ini bukan alasan buat saya,” tegas Agus.

Menatap laga-laga mendatang, tim pelatih akan memfokuskan pembenahan pada teknik-teknik dasar (fundamental skills) serta skema permainan.

“Yang perlu dibenahi ke depan adalah teknik dasarnya, terutama passing control. Anak-anak ini baru menerima materi-materi tersebut, sehingga untuk menerapkan set play memang butuh proses dan waktu yang agak lama, terlebih ini kategori putri,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here