
INFOMEDIA NASIONAL, KOTA BEKASI — Tim futsal putra Kota Bekasi sukses mengamankan tiket ke babak final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Kepastian ini diraih setelah Bekasi menundukkan perlawanan sengit Kabupaten Tasikmalaya dengan skor meyakinkan 4-2 di partai semifinal.
Kemenangan ini tidak didapat dengan mudah. Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim menampilkan permainan ngotot dan sama-sama kuat, membuat jalannya pertandingan berlangsung cukup alot.
Meski sempat memimpin 3-1 di babak pertama, anak-anak asuh Kota Bekasi tetap tampil menyerang saat laga berlanjut. Permainan terbuka diperagakan kedua kubu demi menciptakan peluang, namun belum ada gol tambahan hingga menit keempat.
Memasuki menit ke-12, di babak kedua papan skor belum berubah. Dalam upaya mengejar ketertinggalan, Kabupaten Tasikmalaya lantas mengubah taktik dengan menerapkan strategi tanpa penjaga gawang (power play).

Penerapan strategi tersebut memang membuka celah bagi lini belakang Tasikmalaya. Pada menit ke-15, tim tuan rumah sempat mendapatkan dua peluang, namun belum berbuah gol.
Tekanan bertubi-tubi dari lawan akhirnya membuahkan hasil bagi Tasikmalaya yang sukses memperkecil kedudukan menjadi 3-2 pada menit ke-18. Beruntung, mental juara berbicara; Kota Bekasi langsung merespons cepat lewat gol krusial pada menit ke-19 yang sekaligus mengunci kemenangan dengan skor akhir 4-2.
Menanggapi pencapaian ini, Pelatih Tim Futsal Putra Kota Bekasi, Ananda Afrizal, bersyukur atas kerja keras tim yang hanya dibangun dalam waktu satu tahun. Kendati demikian, ia mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat puas karena misi utama meraih medali emas sudah di depan mata.
“Hanya proses satu tahun bangun tim, alhamdulillah bisa melaju ke final. Tapi jangan puas diri karena kita masih menuju gold medal di depan mata,” ujar Ananda.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental para pemain jelang laga puncak.
“Saya berharap anak-anak bisa jaga fokus, menjaga mental, dan pemulihan (recovery) kondisinya bisa lebih cepat daripada biasanya,” imbuhnya.
Mengenai evaluasi dari laga semifinal, Ananda menyoroti sempat kendurnya konsentrasi pemain di menit-menit akhir.
“Tadi pas kita unggul 3-1, anak-anak sempat kehilangan fokus sehingga skor berubah jadi 3-2. Tapi ya, alhamdulillah anak-anak bisa mengendalikan diri kembali ke ritme dan permainan aslinya, sehingga bisa mengamankan kemenangan 4-2,” jelasnya.
Menatap partai final, Ananda mengaku siap menanti pemenang antara Kabupaten Bogor dan Kota Bandung.
“Untuk lawan di final nanti, saya rasa sama-sama kuat. Dengan Kabupaten Bogor kita sudah pernah ketemu di grup dan hasilnya imbang, sedangkan skuad Kota Bandung juga sangat bagus. Baik Bogor maupun Bandung sama-sama tangguh,” pungkasnya.
Kepastian lawan baru akan ditentukan setelah Ananda bersama tim pelatih menganalisis hasil pertandingan antara Kabupaten Bogor dan Kota Bandung untuk meracik taktik dan strategi terbaik di laga puncak.





